RVN CLUB menerima laporan terkait adanya kompetisi dengan total hadiah fantastis yang dinilai tidak kompeten, tidak transparan, serta merugikan banyak pihak. Kompetisi bertajuk Sec Competition yang diselenggarakan oleh The Secret Company (TSC) dengan iming-iming hadiah total sebesar Rp1.000.000, kini resmi dilaporkan oleh para peserta ke redaksi News Department setelah mencuatnya berbagai kejanggalan fatal serta respons tidak profesional dari pihak manajemen.
Kekacauan bermula setelah pengumuman pemenang dirilis. Banyak peserta merasa hasil akhir tidak logis karena ada tim lain yang performanya jauh lebih baik namun tidak mendapatkan apresiasi. Ketika peserta menuntut transparansi nilai, fakta mencengangkan justru terbongkar:
Juri Berdasarkan Selera Pribadi: Sosok penilai kompetisi yang disebut sebagai "Abang" (donatur/sponsor utama) ternyata menilai pemenang hanya berdasarkan selera pribadi secara subjektif, tanpa adanya indikator penilaian kompeten seperti artikulasi, improvisasi, atau dasar teknis lainnya.
Sponsor Mutlak: Pihak penanggung jawab berdalih bahwa keputusan tersebut sah-sah saja karena sosok "Abang" inilah yang membiayai dan mendanai seluruh hadiah kompetisi.
Ketidakprofesionalan TSC semakin terlihat dari bagaimana mereka mengelola data kompetisi. Berdasarkan laporan, pihak penyelenggara tidak memiliki data peserta yang valid. Untuk mengetahui identitas pemenang, pihak panitia bahkan sempat mengeluarkan warning pelanggaran palsu dengan dalih melakukan "prank", hanya agar pemenang asli mau menghubungi mereka. Hal ini memicu pertanyaan besar di kalangan peserta: Apakah video karya yang dikirimkan selama ini benar-benar ditonton dan dinilai oleh panitia?
Sosok Seoyoon Lee selaku penanggung jawab tunggal di lapangan menjadi sorotan tajam. Melalui pernyataan pribadinya, ia mengaku hanyalah staf Executive External yang bertugas mengurus media dan sedang "bekerja". Ia berdalih identitas jajaran tim lainnya tidak bisa dipublikasikan karena agensi mereka menganut konsep rahasia (Secret).
Namun, peserta menemukan bukti digital yang kontradiktif pada saluran resmi, poster kompetisi, hingga sertifikat pemenang, yang dengan jelas menuliskan bahwa Seoyoon Lee adalah Founder dari The Secret Company. Kebohongan publik ini dinilai sengaja dilakukan untuk melepaskan tanggung jawab dari amukan para peserta.
Alih-alih bersikap kooperatif dan memberikan solusi, respons yang diberikan oleh Seoyoon Lee justru memicu kemarahan publik yang lebih luas:
Pengusiran Peserta: Peserta yang mengajukan kritik secara valid justru diusir dari grup diskusi dan diminta menyampaikan komplain melalui DM TikTok.
Blunder "Tidak Menghasilkan Uang": Situasi semakin memanas setelah Seoyoon Lee mengeluarkan pernyataan blunder di grup Dispatch No Sensor yang menyinggung banyak pihak, dengan menyebut bahwa mengurusi komplain dari para peserta kompetisi tidak menghasilkan uang bagi dirinya.
Kasus ini telah sampai ke meja Asosiasi Founder RVN (AFOR). Pihak asosiasi secara resmi telah menerima laporan ini karena dinilai telah mengeksploitasi waktu, tenaga, dan kreativitas para editor serta talent di dunia virtual RVN demi kepentingan publikasi agensi sepihak.
Demi menjaga keaslian data dan memberikan ruang bagi publik untuk menilai kasus ini secara objektif, seluruh bukti berupa tangkapan layar percakapan, klarifikasi bot gpt, serta vn dari pihak terkait dapat diakses melalui tautan resmi di bawah ini: