Dunia RVN kembali diguncang oleh laporan serius mengenai penyalahgunaan nama organisasi dan dugaan penipuan yang melibatkan individu bernama Himawari. Individu yang diketahui menjabat sebagai Owner di beberapa agensi ini dilaporkan telah melakukan serangkaian tindakan yang merusak kenyamanan dan keamanan komunitas.
Berdasarkan hasil penelusuran internal dan laporan resmi yang masuk, berikut adalah rincian pelanggaran yang dilakukan oleh terlapor:
Mencatut Nama RVN CLUB: Terlapor secara sepihak mengaku menjabat sebagai Sekretaris RVN CLUB demi mendapatkan validasi dan kepercayaan dari pihak lain. RVN CLUB secara tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah palsu; individu terkait tidak pernah memiliki posisi apa pun dalam jajaran pengurus pusat.
Perilaku Tidak Senonoh: Oknum tersebut dilaporkan sering membawa topik 18+ ke dalam ruang publik atau grup komunitas. Tindakan ini sangat bertolak belakang dengan etika, standar kenyamanan, dan aturan perilaku yang berlaku di dunia RVN.
Modus Penipuan Aset: Terdapat indikasi kuat upaya penipuan melalui penawaran akun, aset roleplay, atau penjualan album dalam jumlah besar yang merugikan anggota lain.
Faker Identitas Total: Terbukti secara valid bahwa pelaku melakukan manipulasi identitas secara menyeluruh (Faker), mulai dari profil media sosial, foto visual (muka), hingga status hubungan (CP) demi keuntungan pribadi dan memanipulasi opini orang lain.
Status Terkini: Hingga berita ini diturunkan, individu terkait dilaporkan sudah tidak aktif atau menghilang (L-RVN/Deact) setelah rentetan kasus ini mencuat ke publik.
Demi menjaga keterbukaan informasi dan memastikan keadilan bagi seluruh pihak, kami menyediakan akses untuk meninjau dokumen dan bukti-bukti terkait pelanggaran yang dilakukan oleh Himawari.